Selasa, 06 Maret 2012
JADWAL KULIAH TETAP PEND.AKUNTANSI FKIP-UMS
Silahkan download pada link (judul) diatas. terima kasih.
Selasa, 03 Januari 2012
TUGAS AKUNTANSI PAJAK
1. 1. PT. Aspac Group merupakan perusahaan yang bergerak dibidang perdagangan umum dan jasa di kota Solo dan memiliki NPWP. Transaksi yang berkaitan dengan PPh 22, PPh 23 dan PPN yang dilakukan oleh PT Aspac Group selama bulan November tahun 2011 adalah sebagai berikut:
a Menjual kayu gelondongan kepada PT.Multiframe yang merupakan produsen meubel dengan orientasi ekspor dan telah ditunjuk sebagai pemungut PPh 22 sesuai SK dari KKP. Nilai penjualannya sebesar Rp. 100.000.000,00 belum termasuk PPN.
b. Membayar bunga pinjaman kepada Bank Diamond sebesar Rp.2.000.000,00.
c. Menerima penghasilan berupa royalti karena penggunaan karya desain meubel oleh PT.Astex sebesar Rp. 50.000.000,00 belum termasuk PPN.
d. Memberikan hadiah kepada PT.Entertaindo atas prestasinya dalam memasarkan produk-produknya. Hadiah senilai Rp.10.000.000,00
e. Membayar jasa akuntan ke Wahyudi Accounting sebesar Rp.15.000.000,00
f. Membayar Deviden kepada para pemegang saham sebesar Rp.50.000.000, dimana semua pemegang saham adalah orang pribadi dan memiliki NPWP.
g. Membayar tagihan jasa katering dari perusahaan katering Mak Nyuss sebesar Rp.150.000,00
Buatlah Jurnalnya untuk masing-masing transaksi diatas!
2. 2. Sebuah Mesin yang dibeli PT.Ordi pada awal Maret 2009 Rp.35.000.000,00. Nilai ekonomis mesin tersebut 4 tahun dengan perkiraan nilai sisa Rp.5.000.000,00. Akhir Juli 2011 mesin tersebut dijual dengan harga Rp.10.000.000,00. Hitung:
a. Penyusutan dengan metode garis lurus menurut akuntansi komersiil!
b. Penyusutan dengan metode garis lurus menurut akuntansi perpajakan!
c. Besarnya keuntungan atau kerugian dng metode garis lurus dari penjualan tersebut menurut akuntansi komersiil dan menurut akuntansi perpajakan!
d. Penyusutan dengan metode saldo menurun menurut akuntansi komersiil!
e. Penyusutan dengan metode saldo menurun menurut akuntansi perpajakan!
f. Besarnya keuntungan atau kerugian dng metode saldo menurun dari penjualan tersebut menurut akuntansi komersiil dan menurut akuntansi perpajakan!
g. Buatlah jurnal akuntansi pajaknya saat penjualan dan saat setoran pajak, apabila perusahaan menggunakan metode penyusutan garis lurus!
h. Hitunglah besarnya koreksi negatif/positif pada rekonsiliasi fiskal saat pengisian SPT
3. 3. Pak Baskoro pada awal tahun 2012 mengeluarkan uang sebesar Rp.440.000.000,00 (belum termasuk PPN dan PPh) untuk memperoleh waralaba “Pizza Hut” selama 4 tahun.
a. Hitunglah Amortisasi-nya dengan metode garis lurus dan metode saldo menurun
b. Buatlah Jurnal akuntansi pajak untuk transaksi tersebut apabila perusahaan pak Baskoro menggunan metode saldo menurun.
c. Buatlah jurnal akuntansi pajak untuk penyetoran pajak PPh.
d. Buatlah jurnal akuntansi pajak untuk pihak “Pizza Hut”.
4. 4. Pak Ohang adalah manager PD Oyes, manerima gaji sebulan Rp.8.000.000,00. PD Oyes masuk program Jamsostek dan perusahaan membayar premi jaminan kerja dan premi jaminan kematian untuk Pak Ohang masing-masing 0,5% dan 0,25% dari gaji pokok. Selain itu Pak Ohank mendapatkan tunjangan transportasi Rp.2.000.000,00 dan tunjangan komunikasi sebesar Rp.1.000.000,00.
Perusahaan masuk program dana pensiun yang ijinnya dikeluarkan oleh Menteri Keuangan, Iuran pensiun Rp.1.000.000,00 dibayar perusahaan Rp.800.000,00 dan dibayar karyawan Rp.200.000,00. Iuran Jaminan Hari Tua dibayar karyawan Rp.150.000,00. Kelurga Pak Ohang terdiri dari istri dan 1 orang anak, Ibu pak Ohang yang tidak bekerja, seorang adik laki-laki yang sudah bekerja untuk menghidupi kebutuhannya sendiri dan seorang adik perempuan yang masih kuliah.
Hitunglah PPh pasal 21 yang ditanggung Pak Ohang menurut UU no 36 tahun 2008 dan Buatlah penjurnalannya pada PD Oyes!
Petunjuk Pengerjaan:
Kerjakan dari keseluruhan tugas diatas pada kertas HVS, kemudian copy-lah pekerjaanmu setelah selesai, sehingga ketika pembelajaran Hari Jum'at 6 Januari 2011 Anda sudah membawa 2 lembar hasil pekerjaan (Asli dan Copy). Terima Kasih. Selamat Mengerjakan. Semangat.....!!!!
Petunjuk Pengerjaan:
Kerjakan dari keseluruhan tugas diatas pada kertas HVS, kemudian copy-lah pekerjaanmu setelah selesai, sehingga ketika pembelajaran Hari Jum'at 6 Januari 2011 Anda sudah membawa 2 lembar hasil pekerjaan (Asli dan Copy). Terima Kasih. Selamat Mengerjakan. Semangat.....!!!!
Rabu, 09 November 2011
JADWAL UJIAN MID SEMESTER
Pengampu: Suranto, S.Pd, M.Pd
Jurusan Pendidikan Akuntansi FKIP UMS
Mata Kuliah: Teknik pengolahan Data
(Kelompok) No NIM | Hari | Jam | Tempat |
(1) 081 - 100 | Jum'at, 18 November 2011 | 07.00 - 08.45 | Lab.Komp 1 |
(2) 101 - 120 | Jum'at,18 November 2011 | 07.00 - 08.45 | Lab.Komp 2 |
(3) 121 - 140 | Jum'at, 18 November 2011 | 09.30 - 11.15 | Lab.Komp 1 |
(4) 141 - 160 | Jum'at, 18 November 2011 | 09.30 - 11.15 | Lab.Komp 2 |
(5) 161 - 180 | Jum'at, 18 November 2011 | 14.30 - 16.00 | Lab.Komp 1 |
(6) 181 - 205 | Jum'at, 18 November 2011 | 14.30 - 16.00 | Lab.Komp 2 |
Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMS
Mata Kuliah: Statistic
(Kelompok) | Hari | Jam | Tempat |
(1) | Senin, 21 November 2011 | 07.00 - 08.30 | Lab.Komp 2 |
(2) | Senin, 21 November 2011 | 08.40 - 10.10 | Lab.Komp 2 |
(3) | Senin, 21 November 2011 | 10.20 - 11.50 | Lab.Komp 2 |
(4) | Senin, 21 November 2011 | 13.30 - 14.00 | Lab.Komp 2 |
(5) | Senin, 21 November 2011 | 14.10 - 15.40 | Lab.Komp 2 |
Mahasiswa yang menempuh ujian diharap datang tepat waktu. Ujian bersifat OPEN BOOK. Tugas (untuk mahasiswa jurs. Pend. Akuntansi) dikumpulkan saat ujian berlangsung. Demikian pengumuman ini dibuat, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
Pengampu,
Suranto, S.Pd, M.Pd
Selasa, 20 Oktober 2009
ARTI PENDIDIKAN
Kamis, 03 Juli 2008
PROGRAM PEMBELAJARAN E-LEARNING DALAM KTSP
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dari waktu ke waktu semakin pesat. Fenomena tersebut mengakibatkan adanya persaingan dalam berbagai bidang kehidupan, salah satu di antaranya bidang pendidikan. Untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas diperlukan adanya peningkatan mutu pendidikan. Dalam hal ini keberhasilan pendidikan tak lepas dari peran sekolah, baik sekolah negeri maupun swasta. Menurut Darsono (2000) bahwa sekolah merupakan tempat pengembangan kurikulum formal, yang meliputi: (1) tujuan pelajaran umum dan khusus, (2) bahan pelajaran yang tersusun sistematis, (3) metode/strategi pembelajaran, dan (4) sistem evaluasi untuk mengetahui hingga mana tujuan tercapai.
Menurut Darsono (2001), proses pembelajaran secara umum merupakan suatu kegiatan yang mengakibatkan terjadi perubahan tingkah laku, maka pengertian pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa, sehingga tingkah laku siswa berubah ke arah yang lebih baik. Untuk pencapaian hasil belajar yang optimal diperlukan suatu alat pendidikan ataupun media pembelajaran. Penerapan media pembelajaran harus dapat melatih cara-cara memperoleh informasi baru, menyeleksinya dan kemudian mengolahnya, sehingga terdapat jawaban terhadap suatu permasalahan.
Menurut Darsono (2001), proses pembelajaran secara umum merupakan suatu kegiatan yang mengakibatkan terjadi perubahan tingkah laku, maka pengertian pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa, sehingga tingkah laku siswa berubah ke arah yang lebih baik. Untuk pencapaian hasil belajar yang optimal diperlukan suatu alat pendidikan ataupun media pembelajaran. Penerapan media pembelajaran harus dapat melatih cara-cara memperoleh informasi baru, menyeleksinya dan kemudian mengolahnya, sehingga terdapat jawaban terhadap suatu permasalahan.
Perkembangan teknologi informatika, membawa orang untuk dapat mencari informasi ke seluruh dunia menggunakan media internet. Media ini tak bisa lepas dari perkembangan dalam dunia komputer yang begitu pesat. Internet sebagai pembuka cakrawala dunia semakin memberikan sumbangsih yang berarti dalam dunia pendidikan pada umumnya. Jadi salah satu perluasan informasinya perlu disesuaikan dengan proses pembelajaran di sekolah-sekolah.
Pergeseran paradigma dalam pranata pendidikan yang semula terpusat menjadi desentralistis membawa konsekuensi dalam pengelolaan pendidikan, khususnya di tingkat sekolah. Kebijakan tersebut dapat dimaknai sebagai pemberian otonomi yang seluas-luasnya kepada sekolah dalam mengelola sekolah, termasuk di dalamnya berinovasi dalam pengembangan kurikulum dan model-model pembelajaran.
Otonomi yang luas itu, hendaknya diimbangi dengan perubahan yang berorientasi kepada kinerja dan partisipasi secara menyeluruh dari komponen pendidikan yang terkait. Kondisi ini gayut dengan perubahan kurikulum yang sedang diluncurkan dewasa ini oleh pemerintah, yakni kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Konsekuensi yang harus ditanggung oleh sekolah adalah restrukturisasi dalam pengelolaan sekolah (capacity building), profesionalisme guru, penyiapan infrastruktur, kesiapan siswa dalam proses belajar dan iklim akademik sekolah.
Kebijakan penerapan KTSP dan pemberian otonomi pendidikan juga diharapkan melahirkan organisasi sekolah yang sehat serta terciptanya daya saing sekolah. Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi dan pembelajaran berbasis teknologi informasi yang sangat pesat, hendaknya sekolah menyikapinya dengan seksama agar apa yang dicita-citakan dalam perubahan paradigma pendidikan dapat segera terwujud. Kecenderungan yang telah dikembangkan dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pembelajaran adalah program e-learning.
Beragam istilah dan batasan telah dikemukakan oleh para ahli teknologi informasi dan pakar pendidikan. Secara sederhana e-learning dapat difahami sebagai suatu proses pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi berupa komputer yang dilengkapi dengan sarana telekomunikasi (internet, intranet, ekstranet) dan multimedia (grafis, audio, video) sebagai media utama dalam penyampaian materi dan interaksi antara pengajar (guru/dosen) dan pembelajar (siswa/mahasiswa).
Model pembelajaran berbasis TIK dengan menggunakan e-learning berakibat pada perubahan budaya belajar dalam kontek pembelajarannya. Setidaknya ada empat komponen penting dalam membangun budaya belajar dengan menggunakan model e-learning di sekolah. Pertama, siswa dituntut secara mandiri dalam belajar dengan berbagai pendekatan yang sesuai agar siswa mampu mengarahkan, memotivasi, mengatur dirinya sendiri dalam pembelajaran. Kedua, guru mampu mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan, memfasilitasi dalam pembelajaran, memahami belajar dan hal-hal yang dibutuhkan dalam pembelajaran. Ketiga tersedianya infrastruktur yang memadai dan yang ke empat administrator yang kreatif serta penyiapan infrastrukur dalam memfasilitasi pembelejaran.
Permasalahan yang dihadapi sekolah saat ini adalah pada tingkat kesiapan peserta belajar, guru, infrastruktur sekolah, pembiayaan, efektifitas pembelajaran, sistem penyelenggaraan dan daya dukung sekolah dalam menyelenggarakan pembelajaran berbasis TIK. Lalu, apakah mungkin program e-learning dapat dilaksanakan di sekolah? Ini yang menjadi esensi dari kebermaknaan e-learning di sekolah.
B. PEMBAHASAN
Menyiapkan program e-learning
Pengalaman menunjukan dalam menyiapkan program e-learning tidaklah sesulit dalam bayangan kita, asalkan kita memiliki kemauan dan komitmen yang kuat untuk menuju ke arah itu. Tanpa komitmen dan dukungan secara teknis maka program e-learning di sekolah tidak mungkin akan terealiasi. Ada tip tentang kunci sukses terealisasinya program e-learning, sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh (Bates, 2005) dalam journal of e-learning volume 5 tahun 2005, yakni adanya perencanaan dan leadership yang terarah dengan mempertimbangkan efektifitas dalam pembiayaan, integritas sistem teknologi serta kemampuan guru dalam mengadapsi perubahan model pembelajaran yang baru yang sudah barang tentu didukung kemampuan mencari bahan pembelajaran melalui internet serta mempersiapkan budaya belajar bagi siswa.
Ada empat langkah dalam manajemen pengelolaan program e-learning yakni pertama menentukan strategi yang jelas tentang target audience, pembelajarannya, lokasi audience, ketersediannya infrastruktur, budget dan pengembalian investasi yang tidak hanya berupa uang tunai. Kedua menentukan peralatan misalnya hoste vs installed LMS dan Commercial or OS-LMS, ketiga adalah adanya hubungan dengan perusahan yang mengembangkan penelitian berkaitan dengan program e-learning yang dikembangkan di sekolah. Ke empat menyiapkan bahan-bahan yang akan dibutuhkan bersifat spesifik, usulan yang dapat diimplementasikan serta menyiapkan short response time. Kesemuanya itu, hendaknya perlu dipikirkan masak-masak dalam konteks investasi jangka panjang.
Membudayakan belajar berbasis TIK
Berkembangnya teknologi pembelajaran berbasis TIK mulai tahun 1995 an, salah satu kendalanya adalah menyiapkan peserta didik dalam budaya belajar berbasis teknologi informasi serta kurang trampilnya dalam menggunakan perangkat komputer sebagai sarana belajar, serta masih terbatasnya ahli dalam teknologi multimedia khususnya terkait dengan model-model pembelajan. Untuk mempersiapkan budaya belajar berbasis TIK adalah keterlibatan orang tua murid dan kultur masyarakat akan teknologi serta dukungan dari lingkungan merupakan faktor yang tidak bisa diabaikan. Pembentukan kominitas TIK sangat mendukung untuk membudayakan anak didik dengan teknologi. Model ini telah dikembangkan di Jepang tepatnya di Shuyukan High School dengan membentuk club yang dinamai (Information Science Club), yakni sebagai wadah siswa untuk bersinggungan dengan budaya teknologi.
Kompetensi guru dalam pembelajaran Ada tiga kompetensi dasar yang harus dimiliki guru untuk menyelenggarakan model pembelajaran e-learning. Pertama kemampuan untuk membuat desain instruksional (instructional design) sesuai dengan kaedah-kaedah paedagogis yang dituangkan dalam rencana pembelelajaran. Kedua, penguasaan TIK dalam pembelajaran yakni pemanfaatan internet sebagai sumber pembelajaran dalam rangka mendapatkan materi ajar yang up to date dan berkualitas dan yang ketiga adalah penguasaan materi pembelajaran (subject metter) sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki.
Langkah-langkah kongkrit yang harus dilalui oleh guru dalam pengembangan bahan pembelajaran adalah mengidentifikasi bahan pelajaran yang akan disajikan setiap pertemuan, menyusun kerangka materi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan instruksional dan pencapainnya sesuai dengan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Bahan tersebut selanjutnya dibuat tampilan yang menarik mungkin dalam bentuk power point dengan didukung oleh gambar, video dan bahan animasi lainnya agar siswa lebih tertarik dengan materi yang akan dipelajari serta diberikan latihan-latihan sesuai dengan kaedah-kaedah evaluasi pembelajaran sekaligus sebagai bahan evaluasi kemajuan siswa. Bahan pengayaan (additional matter) hendaknya diberikan melalui link ke situs-situs sumber belajar yang ada di internet agar siswa mudah mendapatkannya. Setelah bahan tersebut selesai maka secara teknis guru tinggal meng-upload ke situs e-learning yang telah dibuat.
Dalam penetapan kualitas pembelejaran dengan menggunakan model e-learning telah dikembangkan oleh lembaga Qualitative Standards Scholarship Assessed: An Evaluation of the Professoriate yang dikembangkan oleh Glassick, Huber and Maeroff, (2005), dengan indikator-indikator instrumen yang telah dikembangkan meliputi: kejelasan tujuan pembelajaran, persiapan bahan pembelajaran yang cukup, penyiapan metoda belajar yang sesuai, menghasilkan hasil pembelajaran yang signifikan positif, efektifitas dalam mempresentasikan bahan pelajaran serta umpan balik yang kritis dari peserta didik.
Beberapa hal yang perlu dicermati dalam menyelenggarakan program e-learning / digital classroom adalah guru menggunakan internet dan email untuk berinteraksi dengan siswa untuk mengukur kemajuan belajar siswa, siswa mampu mengatur waktu belajar, dan pengaturan efektifitas pemanfaatan internet dalam ruang multi media.
Dengan mencermati perkembangan teknologi informasi dalam dunia pendidikan dan beberapa komponen penting yang perlu disiapkan serta pengalaman penulis dalam mengembangkan program e-learning maka program e-learning di sekolah bukanlah suatu hayalan belaka bahkan sesegera mungkin untuk diwujudkan.
Pembelajaran dengan komputer
Komputer merupakan alat yang bisa dimanfaatkan sebagai media utama dalam pembelajan karena berbagai macam kemampuan yang dimilikinya, diantaranya memiliki respon yang cepat secara virtual (tampilan) terhadap masukan yang diberikan siswa (user), mempunyai kapasitas untuk menyimpan dan memanipulasi informasi, serta dapat digunakan secara luas sebagai alat dalam kegiatan pembelajaran. Di samping itu, komputer memiliki kemampuan yang lain yaitu dapat mengendalikan dan mengatur berbagai macam media dan bahan pembelajaran seperti film, video, slide, dan informasi yang dapat dicetak.
Terdapat dua macam pembelajaran berbasis komputer (Computer Based Instruction) yaitu Computer Assisted Instruction (CAI) dan Computer Managed Instruction (CMI). Dalam CAI, siswa berinteraksi langsung (online) dengan komputer sedangkan CMI membantu guru dalam mengadministrasi proses pembalajaran dan siswa tidak online dengan komputer. Dalam CAI terdapat berbagai keperluan pembelajaran khusus antara lain drill dan practice, tutorial, permainan, simulasi, discovery/inquiry, dan pemecahan masalah. Masing-masing mempunyai aturan yang berbeda-beda dalam pengoperasiannya. Untuk mengoperasikan komputer digunakan suatu program. Program adalah suatu kumpulan perintah untuk komputer agar dapat dijalankan. Program seringkali disebut juga dengan software. Sehingga dalam kegiatan pembelajaran yang menggunakan komputer, mau tidak mau harus membuat suatu program aplikasi khusus untuk kegiatan pembelajaran yang biasa disebut courseware.
Menurut Ying (1999), Courseware adalah suatu istilah kombinasi antara kata kursus (course) dengan perangkat lunak (software), adalah bahan/materi dibidang pendidikan dalam suatu kit untuk para guru atau pelatih atau seperti pengajaran tambahan untuk para siswa, yang dipaket dalam penggunaanya dengan suatu computer. Courseware dapat meliputi : materi pengajaran untuk tentor dalam suatu kelas, bahan untuk pelatihan berbasis komputer (Computer Based Training/CBT), situs web yang menawarkan tutorial interaktif, bahan ajar yang dikoordinasikan dalam pembelajaran jarak jauh, seperti tatap muka yang dilakukan lewat internet dan video untuk pengunaan secara individu atau sebagai bagian dari kelas. Sedangkan CD-ROM merupakan suatu piranti umum untuk mendistribusikan courseware yang tidak ditawarkan secara online. Bagi para guru dan pelatih, isi courseware meliputi informasi set-up, rencana pengajaran, materi pengajaran, dan latihan.
C. KESIMPULAN
Dengan berkembangnya teknologi dan informasi yang semakin cepat, akan berdampak pada dunia pendidikn. Pendidikan merupakan proses mengembangkan individu menjadi lebih baik. Sehingga Output yang dihasilkan oleh dunia pendidikan haruslah dapat menyesuaikan kondisi masyarakat dan lingkungan. Maka dari itu dunia pendidikan harus menyesuaikan diri dalam era komputer ini. Hal tersebut bisa dimulai dari pembelajaran pendidikan dikelas. Dengan E-Learning diharapkan dapat memudahkan guru dalam berinteraksi belajar mengajar disekolah. Selain itu akan berdampak pula terhadap hasil pembelajaran. Selain manfaat efisien dan efektif sekolah yang menerapkan IT diharapkan akan meningkatkan pengetahuan peserta didiknya akan perkembangna teknologi.
Membudayakan belajar dan pembelajaran berbasis komputer merupakan langkah kongkrit menuju pendidikan yang lebih berkualitas. Walaupun masih adanya berbagai hambatan yang ada untukmelaksanakan tersebut, misalnya dana dan kesiapan guru, tetapi tidak ada salahnya kita mulai dari hal-hal yang sederhana dulu. Misalnya: absensi guru dengan komputer, menggunakan media komputer untuk membuat bahan presentasi OHP atau LCD, pengarsipan dokumen mengajar dengan komputer, dan lain sebagainya. Bisa juga dengan mengadakan pelatihan komputer bagi tenaga pengajar. Sehingga nantinya akan berpangkal pada budaya komputer. Mari kita mulai membudayakan pembelajaran komputer, setidaknya dari hal yang sederhana terlebih dahulu. Maju terus pendidikan Indonesia!
Rabu, 25 Juni 2008
PELAJARAN HIDUP
Kehidupan akan terasa indah apabila ada variasi, sebaliknya akan terasa membosankan jika segalanya monoton tak berubah. Perubahan kearah perbaikan adalah tuntutan alamiah yang menjadi kebutuhan setiap insanI dalam setiap kehidupan. Manusia telah dibekali akal dan rasa untuk berkreasi, menciptakan inovasi, agar segalanya berubah ke arah yang lebih baik dengan ikhtiar mulai dari diri sendiri.
Langganan:
Postingan (Atom)


